Langsung ke konten utama

ISLAM AGAMA UNIVERSAL


“Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu.” (QS Al-Hujurat: 13).

Islam datang membawa rahmat dan petunjuk bagi seluruh umat manusia, tanpa membeda-bedakan peradaban, warna kulit, adat istiadat dan negara. Allah SWT berfirman, “Dan Kami tidak mengutusmu melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.” (Al-Anbiya: 107).

Karena itu, Islam sangat menghormati adat dan kebudayaan suatu bangsa. Umat Islam tidak diwajibkan mengubahnya, kecuali jika adat dan kebudayaan itu bertentangan dengan syariat Islam. Karenanya, jika terdapat suatu adat dan kebudayaan tertentu yang bertentangan dengan syariat Islam, maka harus bisa disesuaikan dengannya. Karena Allah SWT yang memberikan perintah atau larangan. Dia Mahatahu dan mengenal para hamba-Nya. Konsekuensi keimanan kepada Allah SWT mengharuskan untuk mematuhi syariat-Nya.

Perlu diingat, seorang muslim tidak diharuskan untuk mengikuti semua kebiasaan dan adat istiadat yang tidak berkaitan dengan syariat Islam. Karena semua itu hanyalah adat-istiadat dan interaksi manusia yang hukumnya adalah mubah atau boleh.

Setiap Jengkal Bumi adalah Tempat Beribadah Kepada Allah
Islam memandang bahwa seluruh muka bumi adalah tempat layak huni sekaligus tempat beribadah kepada Allah SWT. Tidak ada satu negeri atau tempat tertentu yang diharuskan menjadi tempat tujuan untuk pindah dan menetap. Yang menjadi pijakan adalah adanya kemudahan untuk beribadah.

Seorang muslim tidak dianjurkan untuk berpindah ke tempat lain, kecuali jika ia terhalang untuk dapat beribadah. Allah SWT berfirman, “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, sesungguhnya bumi-Ku luas, maka sembahlah Aku saja.” (Al-Ankabut: 56).

Sumber: Panduan Praktis Muslim, Fahad Salim Bahammam.

Komentar